Yang Indah Dalam Gamelan Alat Musik Traditional Indonesia

Gamelan, alat musik traditional bangsa Indonesia ini memang cukup istimewa tidak hanya bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa, Bali dan Sunda yang menjadi pionir dalam kemunculannya, namun masyarakat dari negeri asing pun mulai kepincut dengan keindahan alat musik tradisional gamelan ini. Tidak ingin punah, pemerintahpun ingin menjaga kelestarian instrument traditional ini dengan cara memasukan karawitan atau gamelan sebagai salah satu pelajaran disekolah-sekolah dan peminatnya pun tidak begitu mengecewakan di mana banyak siswa juga mulai tertarik lebih jauh lagi untuk mempelajari seni karawitan ini.

Namun, minat yang lebih besar justru ditunjukan para pelajar diluar negeri seperti Amerika. Para pelajar Amerika memiliki animo dan antusiasme yang luar biasa akan musik tradisi Indonesia yang satu ini, di mana sekarang pelajar Amerika juga berkesempatan untuk belajar memainkan musik gamelan setelah gamelan juga dimasukan kedalam mata pelajaran dibeberapa lembaga pendidikan di Amerika. Apa yang menjadikan alat musik gamelan ini begitu istimewa dan apa yang mendasari kecintaan masyarakat terhadap okestra traditional ini?

Indahnya Bunyi dan Fungsi

Banyak alasan yang bisa melatarbelakangi mengapa orang menyukai gamelan atau karawitan ini. Orang bisa dengan mudah jatuh cinta atau terpikat dengan perangkat musik lama ini karena kedahsyatan bunyi yang dihasilkan oleh gamelan. Perpaduan suara yang dihasilkan dari gamelan dari gabungan beberapa alat musik seperti kendang, gong, bonang, rebab, saron, slenthem dan lain lain menghasilkan sebuah harmoni yang begitu indah dan dinamis.

Suara atau bunyi yang khas dari musik gamelan sangat menentramkan dan memanjakan telinga bagi mereka yang mendengarnya. Fungsi istimewa gamelan sebagai alat musik yang sering diperdengangkan pada acara pagelaran wayang kulit, upacara ritual, penggiring tarian ataupun untuk acara keluarga kerajaan cukup menjadi alasan mengapa gamelan menjadi lebih memikat karena gamelan dinilai mampu mengantarkan atau mengambarkan emosi lebih sampai kepenonton lewat hentakan dan keteraturan nada yang dibunyikan.

Indahnya Nilai pada Gamelan

Selain bunyi yang khas unik dan indah, gamelan menyembunyikan kearifan atau nilai tersendiri yakni mengajarkan semangat kegotong-royongan dan kebersamaan kepada mereka yang memainkannya. Di mana gamelan tidak bisa dimainkan secara individu namun harus secara berkelompok guna menghasilkan harmoni suara yang luarbiasa. Untuk memainkannyapun dibutuhkan kerjasama dan kekompakan yang berpijak satu sama lain antar pemain sehingga dapat memupuk rasa kegotong-royongan.

Bukan hanya itu saja, gamelan dipandang sebagai alat musik positif yang mengajarkan antara keselarasan antara berbicara dan bertindak yang akan bermuara kepada sikap toleransi sesama. Hal ini tertuang dari paduan keseimbangan bunyi pada tiap alat musik gamelan di mana selalu dimainkan sesuai peran alat musik tersebut pada gamelan, seperti contohnya gong yang selalu dijadikan penutup irama yang menciptakan kesan rasa keharmonisan dan keteraturan yang terjaga.

Tari saman adalah Tari Gayo

Berdasarkan Wikipedia Indonesia, Tarian Saman merupakan sebuah kesenian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair atau lirik dalam tarian Saman menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Gayo. Selain itu juga, biasanya tarian ini juga digunakan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh diciptakan dan dikembangkan oleh Syeikh Saman, seorang ulama besar yang berasal dari Gayo di Gayo Lues.

Kalau saya, tahu perihal tari saman ini dari nenek dulu, ketika beliau belum wafat selalu bercerita turun baba jikalau saman ialah tarian Gayo yang ditarikan oleh beberapa laki-laki dewasa dengan tarian Gayo, dengan Bahasa Gayo, dan Baju adat Gayo. Tari saman diciptakan oleh Peraman, seorang penyiar Islam di Tanoh Gayo, yang merupakan orang Gayo, menurut nenek saya.

Saya selalu sedih jika orang-orang di Indonesia selalu menyangka bahwa saman adalah tari Aceh. Menurut saya ini salah. Karena tari saman tidak diciptakan di Aceh, melainkan di Gayo, dan merupakan bukti otentik dari tulisan yang saya ambil di atas yang menyebutkan bahwa saman diciptakan di daerah Gayo. Maka wajarkah tarian itu disebut sebut tarian Aceh? Lantaran daerah Gayo juga berada di Aceh?

Sekarang ini tari saman sedang didaftarkan ke PBB sebagai warisan budaya dunia dengan nama Tari Saman Aceh. Dan memecahkan rekor Indonesia dengan nama Saman Aceh.

Namun, ada hal yang sering membuat Saya hanya terpikir kalau tarian saman berasal dari daerah Gayo yang notabene-nya merupakan bagian dari ratusan suku bangsa yang tersebar di indonesia, mungkinkah Saman dinyanyikan dengan lagu Aceh dan memakai busana adat Aceh? Jika Gayo dan Aceh adalah nama suku bangsa, mungkinkah tari Saman disebut tari saman Aceh? Menurut saya lebih cocok dinamakan Tari Saman Gayo.

Untuk itulah saya memposting tulisan ini, saya hanya ingin sekadar orang-orang Indonesia ini tahu bahwa saman itu bukan saman Aceh, tapi merupakan Tarian yang berasal dari Budaya Gayo atau lebih tepatnya dari Gayo Lues, hati saya selalu sedih ketika orang selalu memiliki persepsi bahwa Gayo semakin tenggelam di bawah kata Aceh. Menurut pandangan saya Gayo adalah Gayo dan Aceh adalah Aceh. Kita memang satu di bawah Administrasi Politik dan Pemerintahan, tapi tidak dalam budaya. Keduanya merupakan suku dan budaya yang ada di Aceh, dan tidak bisa disamakan, sebab dari bahasa saja sudah berbeda.

Jika Tari Saman adalah tari Aceh, maka anggapan saya tari saman adalah tariannya suku Aceh. Belum pernah saya mencari literatur yang ada di internet kalau tari Saman diciptakan di wilayah suku Aceh dan dulu ketika diciptakan menggunakan syair berbahasa aceh dan menggunakan pakaian Aceh. Jadi pertanyaannya mungkinkah sebuah tari yang diciptakan di Gayo ditarikan dengan Syair bahasa Aceh, dan menggunakan pakaian adat Aceh? Dan pantaskah Tari Saman di daftarkan sebagai warisan dunia sebagai tari Saman Aceh? Bahkan salah satu seni budaya yang akrab ditelinga saya yaitu Reog Ronorogo, jarang sekali saya dengar jikalau Reog Ponorogo di ungkapkan dalam Reog Jawa Timur.

Tulisan ini hanyalah tulisan dari seorang Anak Gayo yang bersedih hatinya ketika mendengar Seni dan budayanya diakui sebagai seni dari orang lain. Bagaimana dengan Karya seni Indonesia yang di klaim Malaysia? Mungkin sebagai orang yang pernah merasa kesal terhadap Malaysia bisa mengerti bagaimana perasaan saya dan perasaan Ribuan masyarakat Gayo yang ada di Gayo atau Aceh sana. Sama sekali tidak ada keinginan saya untuk memecah belah apapun antara Aceh dan Gayo. Ataupun keinginan untuk mengubah sejarah budaya saya. Karena saya selalu percaya kalau almarhumah nenek saya tidak akan membohongi cucunya yang beliau sayangi ini.