Jenis dan perawatan bunga anggrek yang harus kamu ketahui

Jenis dan perawatan bunga anggrek yang harus kamu ketahui. Para pembaca sekalian, menanam bunga anggrek yang indah itu memang gampang gampang susah. Gampang bagi kamu yang sudah mengerti dan tahu pola perawatan setiap jenis tanaman anggrek dan susah terutama bagi pemula yang belum punya banyak pengalaman.

Seperti kita ketahui bersama bahwa ada ribuan bunga anggrek dan ragamnya yang ada di dunia ini. Penyilangan jenis bunga anggrek yang satu dengan yang kainya akan menghasilkan spesies baru. Oleh karena itu jenis bunga anggrek jumlahnya bisa jadi tidak terbatas. Untuk mengelompokkan anggrek para ahli anggrek mengelompokkan jenis dan ragam bunga anggrek berdasarkan tempat ia tumbuh.

Jenis bunga anggrek

1. ANGGREK EPIFIT

Bunga Anggrek jenis ini mendominasi jenis Anggrek di dunia. Anggrek ini hidup menempel pada pohon. Anggrek jenis ini biasanya mempunyai pseudobulb atau batang yang menggembung. Anggrek epifit melekat pada akar. Di alam Anggrek epifit mendapatkan makanan dan air dari embun dan materi lapukan pada kulit pohon yang diserap oleh akar. Contoh anggrek epifit adalah Dendrobium, Phalaenopsis, Bulbophyllum, Coelogyne, Grammatophyllum, Cattleya dan Liparis.

2. ANGGREK TERRESTRIS

Anggrek ini tumbuh di tanah. Beberapa contoh Anggrek terrestris adalah : Arachnis flos-aeris, Spathoglottis pliacata, Arundina graminifolia, Phaius, Epipactis, Cypripedium, Paphiopedilum dan Goodyera.

3. ANGGREK SAPROFIT

Daun Anggrek saprofit biasanya kecil dan tanpa klorofil. Beberapa bahkan tidak memiliki daun. Anggrek ini mendapatkan makanan dari humus. Habitatnya di tanah berseresah. Anggrek jenis ini belum dilirik sebagai tanaman hias karena jasad dan bunganya dianggap kurang menarik. Contoh Anggrek saprofit adalah : Didymoplexis, Epipogium.

4. ANGGREK AMOEBOFIT

Anggrek ini hidup di tanah. Pada periode tertentu hanya tampak daun saja dan pada periode berbunga hanya berupa bunga tanpa daun. Antara periode daun dan periode bunga terdapat masa dorman. Anggrek ini biasanya memiliki umbi. Seperti halnya anggrek saprofit, jenis ini juga belum dibudidayakan sebagai tanaman hias. Contoh Anggrek Amoebofit adalah : Nervillia.

5. ANGGREK LITOFIT

Bunga Anggrek ini tumbuh menempel pada batu terutama yang berlumut. Di alam anggrek jenis ini seringkali merupakan anggrek epifit atau anggrek terrestris. Dengan kata lain beberapa anggrek epifit dan terrestris dapat tumbuh pada batu, contoh : Spathoglottis , Dendrobium dan Eria.

Nah sekarang kita suidah tahu jenis jenis anggrek berdasarkan bagaimana sang bunga anggrek idaman kita tumbuh. Sekarang untuk bisa menghasilkan bunga anggrek yang vanmtik kamu harus melakukan perawatan bunga anggrek yang indah itu dengan baik dan benar. Berikut kami sajikan ulasan tentang cara nelakukan perawatan bunga anggrek secara umum.

Bibit anggrek

Untuk bibit bunga anggrek yang baik yaitu tanaman anggrek yang sudah berusia 1 tahun atau jika kita melihat pada daunnya sudah mencapai 1 cm dan diikuti munculnya akar berjumlah dua atau tiga helai. Bibit anggrek dapat kita tanam pertama kalinya pada pot plastik kecil. Setelah 3 bulan, bibit anggrek tersebut bisa dipindah pada tempat baru seperti pot kecil dengan ukuran 8 sampai 10 cm untuk 3 atau 5 bibit tanaman.

Masukkan larutan fungisida dan pupuk organik pada tiap pot kecil tersebut. Tiga bulan kemudian bibit anggrek pada pot kecil Dapat dipindahkan pada tempat yang lebih besar berisi satu tanaman anggrek. Selain itu, pastikan setiap 6 hingga atau 8 bulan sekali kita perlu mengganti medianya dengan yang baru.

Perawatan bunga anggrek

Menyiram anggrek dengan teliti : Anggrek harus disiram secara menyeluruh ketika kering. Penyiraman yang berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi anggrek sehingga hal tersebut perlu dihindari oleh para pecinta anggrek.

Mengondisikan temperatur yang cocok : Anggrek tumbuh paling baik 18-30 °C dan masih dapat bertahan sekitar 10 °C pada malam hari. Anggrek perlu dilindungi dari perubahan temperatur yang ekstrim dan pancaran sinar matahari langsung.

Memupuk pada saat yang tepat : pemberian pupuk dengan takaran yang pas harus dilakukan. Permberian pupuk yang berlebihan harus dihindari dan dosis pupuk yang diberikan perlu dijaga agar tetap rendah. Bunga Anggrek memerlukan pemupukan yang teratur selama musim panas sedangkan di musim dingin, frekuensi pemupukan dapat lebih jarang dari pada pemupukan pada musim panas.

Tumbuhkan pada wadah/pot yang cocok : Anggrek adalah tanaman epifit dan senang untuk memiliki akar napas. Mengubur anggrek dengan paksa di dalam tanah harus dihindari dan akar harus dapat tumbuh keluar pot.

Menyediakan intensitas cahaya dan kelembapan yang tepat : Anggrek menyukai kondisi udara yang lembap untuk tumbuh. Baki/penampang yang lembab dapat digunakan untuk tujuan ini. Selaras dengan kelembapan, siklus aliran udara yang seimbang akan meningkatkan pertumbuhan tanaman anggrek.

Tanaman anggrek memang tanaman yang membutuhkan peraatan yang khusus. Namun demikian usaha keras kamu akan terbayar dengan manyaksikan bunga anggrek kamu berbunga dengan lebat. silahkan juga baca tentang ikan hias karena ikan hias yang cantik. Dengan mengetahui perawatan ikan hias kamu bisa berternak ikan hias profesional yang menguntungkan juga semakin di buru orang.

Bunga Matahari Merah, Bibit Tanaman yang Banyak Diburu

Bunga matahari. Ya, siapa yang tidak memahami tipe bunga indah yang satu ini? Bunga ini selalu disukai sebagian orang karena keindahan warnanya dan sifatnya yang selalu condong ikuti arah matahari. Hingga saat ini, kita tahu bunga matahari sebagai tipe bunga yang memiliki kelopak besar berwarna kuning dan bulatan coklat mempunyai ukuran lumayan besar di tengahnya.

Tipe bunga matahari ini yaitu tipe yang paling umum dan bibit tanaman tipe ini dapat sudah bisa kamu dapatkan di beberapa toko bibit tanaman yang ada di daerah kamu. Apabila bunga matahari berwarna kuning sangat umum dijumpai, lantas bagaimana dengan bunga matahari berwarna merah? Kata siapa bunga matahari berwarna merah tidak ada? Sunflower velvet queen yakni jawabannya.

Bunga matahari dengan kelopak berwarna merah menyala ini memang yaitu varietas yang tengah ramai dicari oleh biasanya customer pengagum tanaman karena disangka sebagai bunga yang unik atau tidak umum. Warnanya yang merah mencolok berikanlah kesan lain pada indera pkamungan kita. Walaupun dari sisi lain, bunga ini memiliki segi yang sama saja dengan bunga matahari kuning, namun sebagian orang yang baru pertama kalinya memkamungnya dijamin akan tercengang sebentar.

Kekhasan bunga yang satu ini semakin banyak disukai oleh customer karena segi dari masing-masing bunganya aman untuk dikonsumsi. Bibit tanaman ini pada intinya tidak memiliki perbedaan dengan bibit bunga matahari kuning. Bijinya atau yang umum disebut kuaci tetaplah bisa menjadikan camilan ataupun diambil minyaknya.

Seperti yang sudah diterangkan lebih dahulu bila tidak ada perbedaan yang utama pada bunga matahari merah dengan yang kuning. Lewat cara morfologi atau ciri umum seperti dimensi bunga, daun, batang, dan yang lain, bunga matahari merah ini masih tetap sama saja dengan bunga matahari umumnya.

Kecuali memiliki kesamaan dalam morfologi atau bentuk fisiknya, dari segi penanamannya juga, bunga matahari merah ini bisa sama gampangnya dengan bunga matahari umumnya. Perawatannya juga tidaklah sangat sulit. kamu tinggal semai saja bibit tanamannya di dalam pot lalu siram dengan teratur. Jangan sampai lupa isi pot dengan kompos! Bila sudah lumayan tinggi, tanaman baru bisa dipindahkan ke tanah yang banyak diserang pancaran sinar matahari.

Perawatan tanaman ini apabila sudah besar juga tidak sulit, asal kamu tetaplah menyiraminya, berikan pupuk dan pestisida, tanaman bernama latin Helianthus Annuus ini sudah akan tumbuh subur dengan sendirinya. Rutinlah melindungi tanaman ini karena bila tanaman tengah stress, jadi warnanya pasti akan memudar.

The Great Sakura

Pesawat Japan Airlines yang kami tumpangi take off dari bandara Soekarno-Hatta jam 21.30 dan diperkirakan mendarat di bandara Narita jam 06.30 waktu setempat. Penerbangannya sendiri memakan waktu 6 jam. Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Jepang itu 2 jam. Waktu Jepang lebih cepat 2 jam dari Waktu Indonesia bagian Barat. Jadi perbandingannya kurang lebih kayak Jayapura dengan Jakarta gitu deh!

Terbang tengah malam sukses membuat saya terjaga semalaman. Dua orang penumpang laki-laki di kanan dan kiri, sepertinya orang Jepang asli, asyik menonton sebuah tayangan dari layar televisi dihadapannya. Saya mencoba baca novel tapi karena pikiran sudah kemana-mana, acara membaca itupun gagal. Pasrah. Kembali saya mencoba memejamkan mata walaupun hasilnya tetap sama. Tidak bisa tidur.

Enam jam kemudian, ketika sinar matahari mulai menyapa bumi, pesawat mendarat di bandara Narita. Rombongan kami yang berjumlah 12 orang pun bersiap turun. Saya bersyukur teman serombongan saya orangnya baik dan hangat. Bayangkan kalau kita pergi bareng dengan orang yang jaim atau jutek…duh, doa saya rasanya terjawab. Iya. sebelum berangkat saya memang berdoa supaya diberi teman serombongan yang menyenangkan biar perjalanannya makin berkesan.

Mari saya kenalkan teman seperjalanan saya saat itu.

Kelompok pertama, saya menyebutnya mbak-mbak sosialita pengajian yang penampilannya nge-hits banget (mbak Santi, mbak Tari, mbak Ike dan mbak Mila…miss u). Kemudian kelompok kedua adalah tiga orang ibu penuh semangat sekaligus aktivis gereja yang usianya 75, 70 dan 63 tahun (bu Tin, bu Lanny dan bu Tanti…peluuuk). Sedangkan kelompok yang ketiga seorang ibu keturunan Tionghoa dengan dua orang anaknya yang sudah dewasa. Yang satu laki-laki berumur sekitar 27 tahun-an, satu lagi perempuan seumuran Risa dan sedang kuliah S3 jurusan piano klasik di Kansas-AS. Keren!

Rombongan keempat, ehm, kita baru mau ketemu saat makan malam di Aqua City Odaiba-Tokyo nanti malam. Katanya mereka sudah berangkat sehari sebelumnya karena mau jalan-jalan dulu ke Disney Land dengan formasi lengkap yang terdiri dari sepasang suami-isteri, tiga orang anak, satu menantu dan dua cucu yang masih balita. Bayangin, sang cucu ini umurnya 2 tahun dan 5 bulan, tapi neneknya sangat tangkas mengurus keperluan seluruh anggota keluarga (Bu Farida…saya kagum sekali dengan kesigapan ibu mengatur segalanya!).

Teman seperjalanan yang menyenangkan

Pertama kali berkenalan dengan mereka adalah waktu menunggu bagasi di bandara. Saya masih malu-malu. Jadi setelah bersalaman dan basa-basi sekedarnya, saya langsung mengalihkan perhatian ke suasana bandara. Tidak seperti bayangan saya sebelumnya bandara ini ternyata biasa-biasa saja. Narita adalah bandara lama jadi kemewahannya mungkin tidak sama dengan Haneda.

Tapi karena itu adalah kunjungan pertama, tetap saja saya terpesona.

Bukan kagum dengan kemewahannya, tapi kagum dengan areanya yang luas dan bersih. Kesan suram memang terasa. Tapi bersihnya itu benar-benar bikin takjub. Saya heran, petugas kebersihan disana tidak wira-wiri sambil bawa dorongan pel kayak di kita, tapi kenapa ya semuanya kelihatan begitu steril?

Apalagi waktu saya ke kamar mandi untuk ganti baju karena jadwal kami hari itu langsung jalan-jalan, saya makin kagum. Lantai kamar mandinya sangat kering dan tidak berbau. Klosetnya bersih. Tombolnya banyak. Dan flush-nya juga pakai sensor tangan. Tidak ada air yang bercipratan, apalagi tissue yang berserakan. Semuanya steril dan canggih!

Setelah semua anggota rombongan siap, kami langsung menuju bus. Bus pariwisatanya sih standar. Tapi pengemudinya beda jauh dengan pengemudi di negara kita. Mereka ini memakai pakaian resmi berupa hem putih dan jas hitam yang terlihat rapi. Sambil menunggu, sang pengemudi juga tidak hanya bengong. Sambil duduk di belakang kemudi mereka memegang peta perjalanan plus bolpoin untuk mencatat atau menandai berbagai hal. Wajahnya serius. Jangan harap melihat mereka leyeh-leyeh sambil merokok atau main handphone…hoho, itu mah adanya di negara sendiri kali ya…

Salah satu tujuan kami ke Jepang adalah untuk menikmati indahnya bunga sakura. Hal tersebut ternyata bisa dilakukan di dua kota sekaligus, yaitu di Ueno Park-Tokyo dan di Osaka Castle-Osaka.

Ueno Park adalah taman fenomenal di kota Tokyo yang terkenal karena keindahan bunga sakuranya. Tempat itu juga menjadi ajang berkumpul masyarakat Jepang dan para wisatawan untuk sekedar jalan-jalan, berfoto atau bercengkrama dibawah pohon sakura dengan teman atau keluarga.

Perjalanan dari bandara Narita ke Ueno Park ditempuh selama 1 jam.

Di kiri kanan jalan yang kami lalui sudah tampak satu dua pohon sakura. Ternyata itu belum seberapa. Begitu memasuki area Ueno Park saya terpana karena bunga sakura ada dimana-mana. Di tepi jalan utama, di pinggir jalan setapak, semuanya penuh dengan bunga.

Para pengunjung juga bisa menikmati keindahan sakura dengan beragam cara. Ada yang berjalan kaki seperti kami. Ada yang bersepeda. Ada juga yang menggelar sehelai kain atau tikar plastik sambil menikmati makanan dengan teman atau keluarga. Bahkan di area Osaka Castle, ada komunitas orang lanjut usia yang sedang menikmati keindahan sakura dari kursi roda yang ditemani beberapa relawan. Dari kejauhan mereka tampak ceria. Menjadi tua, sehat dan bahagia itu rasanya menjadi cita-cita setiap manusia ya…

Taman-taman disini juga sangat memanjakan pejalan kaki.

Saya baru tahu kalau orang Jepang begitu menyukai hewan peliharaan terutama anjing. Di setiap sudut, ada saja orang yang membawa anjing. Kalau tidak dipangku, anjing itu akan diikat pakai tali. Anjing-anjing itu juga memakai kostum keren dan menarik yang bisa bikin saya senyum-senyum sendiri saking lucunya.

Selain komunitas penggemar anjing itu tadi, orang juga banyak yang bercengkerama sambil berfoto. Konon sakura yang hanya berbunga setahun sekali ini memang jadi spot menarik buat difoto. Tidak percaya?

Eh iya, ada satu lagi benda unik yang sanggup menarik perhatian saya selain keindahan bunga sakura itu tadi.

Yup. Betul!

Tempat sampah.

Itu adalah tempat sampah terbesar yang pernah saya lihat. Bentuknya unik dan menarik. Tempat sampah itu juga disekat sesuai dengan jenis sampah yang akan dibuang agar mudah dipilah untuk di daur ulang. Kata Hifumi San, tour leader kami yang orang Jepang asli, orang Jepang itu sangat jarang membuang barang. Mereka akan mengupayakan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang. Pantas saja. Dengan tempat sampah besar yang sudah terpilah seperti itu, sampah akan sangat mudah untuk didaur ulang.

Ini dia tempat sampahnya…

Siang itu di Ueno Park, tidak hanya keindahan bunga sakura yang saya nikmati, tapi juga kedisiplinan masyarakat Jepang dalam menjaga kebersihan. Belajar memang tak mengenal tempat. Di sebuah taman kota yang penuh bunga sakura, di sebuah negara yang berbeda, kembali saya mendapat ilmu baru tentang pentingnya memilah sampah agar tidak sekedar menjadi limbah.

Salut!