Sejarah dari terbentuknya WhatsApp

Berbicara perihal WhatsApp, aplikasi chatting yang satu ini sekarang memang menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan, bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

Salah satu hal yang menyebabkan aplikasi makin populer juga karena sekarang sejarah internet makin mudah dan makin terjangkau.

Tapi, pernahkah terlintas dalam pikiran teman-teman, gimana sih pertama kali aplikasi ini ditemukan? Sejarahnya bagaimana? Apa yang membuat sang pendiri aplikasi tersebut membuatnya?

Ternyata salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum, mengaku bahwa dirinya sering sekali lupa password ketika akan login ke suatu layanan.

Misalnya ketika ia akan login ke akun Skype miliknya, ia sampai mencoba beberapa kali untuk login, namun itu sia-sia, nampaknya ia juga malas untuk me-reset kembali password akun miliknya.

Seperti yang telah kita ketahui, ketika pertama kali kita menginstall WhatsApp, kita tidak perlu membuat password untuk login. Kita hanya perlu memasukkan kode yang dikirim ke nomor hape untuk selanjutnya dimasukkan kembali, dan.. setup pun selesai. WhatsApp sudah bisa digunakan. Dan nomor telepon lah yang dijadikan user ID.

Sebelum mendirikan perusahaan WhatsApp Inc, Jan Koum dulu pernah bekerja di Yahoo. Dengan modal tabungan $400.000, ia berdiskusi dengan temannya, Alex Fishman tentang App Store yang baru berusia 7 bulan. Jam Koum melihat potensi yang sangat luar biasa dari layanan milik Apple tersebut.

Lalu, mereka bertemu dengan developer atau pengembang aplikasi bernama Igor Solomennikov untuk dapat mewujudkan idenya perihal aplikasi WhatsApp tersebut.

Namun pada awal awal pendiriannya, aplikasi WhatsApp sering sekali mengalami error dan bermasalah. Keadaan tersebut mejadikan Jan Koum putus asa, hingga pada akhirnya ia menutup perusahaan yang baru dibentuknya itu dan ia kembali mencari pekerjaan lain.

Beruntung, temannya Brian Acton terus mendukungnya untuk tetap terus bertahan. Setelah melewati beberapa bulan pengembangan, akhirnya WhatsApp secara resmi berada di App Store.

Baru setelah App Store, WhatsApp juga bisa menjarah Blackberry Store dan Android Playstore pada bulan Agustus.

Waktu terus berlalu, WhatsApp kian populer. Pada 2013, WhatsApp mencatat telah mencapai 200 juta pengguna. Lalu bertambah 2 kali lipat pada bulan Desember. Dan pada April 2014, mencapai 500 juta pengguna.

Dan pada tahun 2015 tepatnya bulan September, WhatsApp mencapai 900 juta pengguna.

Melihat pencapaian tersebut membuat situs jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook tertarik. Dan setelah negosiasi yang panjang, akhirnya WhatsApp menerima pinangan Facebook dengan mahar $19 miliar.

Banyak banget kan? Berapa tuh jumlah angka nolnya? 😀

Ada sekitar 500 miliar pesan yang dikirim lewat WhatsApp. Angka sebesar itu dianggap sebagai salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan SMS dunia. Fantastis! Penggunya setiap hari bertambah, dan sampai sekarang, jumlah penggunanya sudah tercatat 430 juta pada Januari 2014.

Sumber: Digiyan.com.